Showing posts with label tanjung selor. Show all posts
Showing posts with label tanjung selor. Show all posts

Wednesday, August 08, 2012

Posyandu Sumber Kasih Desa Jelarai Selor

Hari ini kedua kalinya saya menginjakan kaki di desa transbangdep ini. Mayoritas penduduk di desan ini adalah warga timor yang sudah lama bermukim dan beranak pinak di kalimantan. Posyandu yang sekarang digunakan juga sebagai pustu dengan seorang bidan disini. Pasiennya cukup banyak, dan sebagian besar adalah anak-anak. 







dokter kok sakit..

"dokter kok sakit sih dok..."

Begitulah kira-kira komentar sebagian teman-teman di puskesmas ketika mengetahui saya sedang sakit. Ya, sudah dua hari ini saya demam, batuk, dan pilek. Walaupun saya dokter dan selalu memberikan resep obat bagi pasien-pasien saya sambil berharap mereka lekas sembuh, namun saya sendiri tidak begitu suka untuk meminum obat.

Tapi karena kewajiban untuk dapat sembuh secepatnya, sayapun memutuskan meminum berbagai jenis obat-obatan yang teronggok di meja belajar saya. Aih, susahnya sakit di perantauan.. tidak ada yang peduli apakah saya makan teratur, apa yang saya makan, bagaimana istirahat saya. Semua harus diatur sendiri.. Saya jadi rindu untuk pulang ke pelukan mama. I love her so much..


Tanjung Selor, 8/8/2012


Homesick.

Wednesday, July 25, 2012

dokter PTT

hy all, 
sudah lama vakum dari dunia perblog-an membuat saya rindu sekaligus bingung bagaimana gaya menulis yang biasa saya gunakan sebelumnya.

Oh ya, ada kabar mengenai kehidupan saya beberapa bulan belakangan. Yang pertama yaitu sekarang saya menjadi dokter PTT kemenkes RI dengan SK terhitung 1 juni 2012. Saya di tempatkan di puskesmas Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Untuk menuju kesini saya harus menggunakan pesawat 2x, mulai dari jakarta - balikpapan, kemudian balikpapan - tarakan, dilanjutkan speedboat melewati laut dan sungai selamai 1,5 jam.

Kota kecil yang menurut kabar akan menjadi cikal bakal ibukota propinsi Kalimantan Utara nantinya ini sungguh kota kecil yang "tenang". Bayangkan besarnya bahkan tidak sampai seperempat kota Purwokerto di Jawa Tengah. Benar-benar kota kecil dengan penduduk yang haus hiburan. Bagi saya yang tidak terbiasa cukup stress pada awalnya, tapi saya yakin dapat menyesuaikan diri.

Mayoritas penduduk disini adalah suku dayak sang penghuni pulau borneo tentunya. Tetapi anda pasti akan terkejut dengan keramah-tamahan penduduk dayak yang sudah terbiasa hidup modern ini. Mereka bahkan tidak ada bedanya dengan penduduk banjar, chinesse, atau bugis disini selain dari warna kulit yang benar-benar putih dan bahasa dayak yang masih mereka gunakan. Anak-anak, gadis, bahkan ibu-ibu dayak benar-benar memiliki kecantikan yang mempesona saya. 

Kehidupan perekonomian disini cukup membuat saya tercengang, dengan keseharian penduduk adalah berladang mereka mampu membeli bahan kebutuhan pokok yang harganya melambung sekali. Untuk mendapatkan 1 galon Aqua saya bahkan harus merogoh kantong hingga Rp.35.000,-, tiga kali lipat dari harga di pulau jawa. Begitu juga makanan, untuk sepiring nasi dan ayam goreng serta es teh saya harus mengeluarkan paling tidak Rp. 25.000,-. Jadi saya sangat setuju jika gaji dokter PTT disesuaikan dengan kebutuhan hidup daerah penempatan. Ngomong-ngomong masalah gaji, dua bulan saya disini dan saya belum menerima gaji sama sekali. Duh gusti...

Di Puskesmas yang lebih dikenal dengan Rumah Sakit Jalan Mangga ini saya bertugas dengan 2 orang dokter PNS, 2 orang dokter gigi PNS (termasuk Kapus), serta seorang rekan dokter PTT daerah. Dalam sehari pasien yang harus dilayani di poli umum cukup banyak, berkisar 60 - 100 pasien dengan jam pelayanan pukul 08.00 - 10.45 wita. Penyakit yang datangpun sangat bervariasi, mulai dari flu hingga malaria.

Kabar kedua mengenai kehidupan saya akan saya posting di post berikutnya. :)


Tanjung selor, 25 Juli 2012


dokter ptt daerah KLB diare yang sedang terserang diare.